Dicari-cari ...

Tuesday, December 18, 2012

Aku dan Sahabat Disabilitasku







Postingan kali ini, saya akan membahas mengenai saya dan dunia kaum disabilitas atau yang lebih sering saya sebut 'anak berkebutuhan khusus'. :)

Percayakah anda bahwa saya sudah meraih salah satu impian dalam hidup saya karena anak berkebutuhan khusus??? Mungkin banyak yang tidak percaya dan berpikir saya ini gila atau berpikir saya merupakan seorang mahasiswa jurusan pendidikan khusus. Tidak, saya adalah seorang anak sekolah menengah atas dan saya juga lebih tertarik untuk melanjutkan kuliah di bidang pendidikan. Meskipun begitu, saya tidak dapat membohongi kehidupan ini bahwa salah satu impian saya memang telah terwujudkan karena anak berkebutuhan khusus.

Berkali-kali saya mengikuti lomba karya tulis, berkali-kali saya hanya lolos final dan kalah. Kemudian, saya berpikir "Kapan saya dapat mencapai impian saya untuk menjadi juara 1?" Sebentar lagi saya akan lulus SMA dan saya ingin menutup masa SMA ini dengan sebuah prestasi. Akhirnya, Tuhan menjawab pertanyaan saya tersebut. Saya berhasil menjadi juara 1 dalam suatu lomba karya tulis dan ini semua berkat Tuhan yang Tuhan wakilkan melalui anak berkebutuhan khusus di Kota Probolinggo. Selain itu, lomba ini juga yang mengenalkan saya terhadap dunia anak berkebutuhan khusus, khususnya di bidang pendidikan.

Saat itu, tema lomba karya tulis saya adalah mengenai pelayanan publik. Seperti biasanya, saya bingung menentukan permasalahan yang akan saya bahas. Kemudian, saya teringat ucapan salah seorang teman saya yang berkata, "Aku ntar mau ngelanjutin kuliah di pendidikan khusus". Iseng, saya mencari informasi mengenai pendidikan khusus di google. Akhirnya, saya teringat dengan sekolah luar biasa yang ada di kota saya. Jujur, saat itu saya tidak tahu dimana letak SLB tersebut. Saya hanya tahu nama jalannya saja. Setelah itu, saya mencoba mencari informasi mengenai SLB di kota saya terhadap beberapa sumber terpecaya. Ternyata, masih terdapat beberapa permasalahan dalam dunia pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Berikut adalah permasalahan dalam dunia pendidikan khusus yang saya tuliskan dalam karya tulis saya:

1. Tenaga Pendidik Lulusan Pendidikan Luar Biasa
Saat ini, jumlah tenaga pendididik untuk pendidikan luar biasa di Kota Probolinggo hanya 35 orang. Dari 35 tenaga pendidik tersebut, hanya 75% yang merupakan sarjana lulusan pendidikan luar biasa. Sedangkan 25% yang lain, rata-rata hanya sarjana lulusan pendidikan S1 atau psikologi. Adapun tenaga pendidik bagi sekolah luar biasa yang ada di Kota Probolinggo hanya berasal dari pendidikan luar biasa jurusan tunanetra dan tunamental saja. Saat ini, tenaga pendidik jurusan tunarungu dan tunadaksa masih belum tersedia. Hal ini menyebabkan, tenaga pendidik harus mampu mengembangkan kemampuannya di bidang yang lain. Sebagai contoh, seorang tenaga pendidik jurusan tunanetra harus mampu mengembangkan kemampuannya di bidang tunamental, tunarungu, dan tunadaksa karena minimnya jumlah tenaga pendidik.
Adapun pola pengajaran di sekolah luar biasa adalah secara individual. Oleh karena itu, standart pengajaran di sekolah luar biasa adalah 1:5. Maksud dari 1:5 adalah, satu orang guru wajib mengajar lima orang murid berkebutuhan khusus secara individual. Namun, karena minimnya jumlah tenaga pendidik bagi anak berkebutuhan khusus di Kota Probolinggo, maka saat ini jumlah murid dalam satu kelas tidak lagi lima orang melainkan lebih dari itu. Terkadang, untuk mengatasi permasalahan tersebut maka sekolah luar biasa membagi jadwal pengajaran menjadi dua gelombang yaitu gelombang pagi dan gelombang siang. Berikut adalah contoh pola duduk pada suatu kelas di Taman Kanak-Kanak Luar Biasa Kota Probolinggo yang terdiri dari satu anak tunanetra, dua anak tunadaksa, dan satu anak yang mengalami tunarungu serta tunamental.
2. Peningkatan Kualitas Guru
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa umumnya yang mengadakan pelatihan bagi para pendidik anak berkebutuhan khusus di Kota Probolinggo adalah Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Pusat. Jumlah tenaga pendidik sekolah luar biasa di Kota Probolinggo menjadi salah satu alasan terkait minimnya pelatihan atau workshoop terhadap pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dari Pemerintah Kota Probolinggo. Hal ini, secara tidak langsung dapat mempengaruhi kualitas dari tenaga pendidik di sekolah luar biasa padahal seharusnya kualitas sekolah luar biasa sama dengan kualitas sekolah pada umumnya.
3. Sekolah Luar Biasa dengan Status Negeri
Pemerintah telah menetapkan standar bahwa seharusnya ada satu sekolah luar biasa berstatus negeri di suatu kota. Namun, sekolah luar biasa yang ada di wilayah Kota Probolinggo saat ini masih berstatus sekolah swasta. Hal ini dapat menyulitkan pemerintah dalam memberikan bantuan dana operasional sekolah dan juga pengangkatan pegawai negeri sipil (PNS) bagi tenaga pendidik di sekolah luar biasa.
4. Fasilitas untuk Pendidikan Khusus
Selain pendidikan formal, di sekolah luar biasa juga diberikan pendidikan khusus. Anak berkebutuhan khusus nantinya akan dibagi menjadi lima kategori, yaitu:
a. Kategori A: Untuk anak Tunanetra, adapun pendidikan khusus yang diberikan yaitu pengelnalan terhadap huruf Braille serta pengenalan diri terhadap lingkungan sekitar.
b. Kategori B: Untuk anak Tunarungu dan Tunawicara, adapaun pendidikan khusus yang diberikan yaitu pengenalan terhadap bunyi bagi anak tunarungu dan isyarat bagi anak tunawicara.
c.  Kategori C: Untuk anak Tunamental, adapun pendidikan yang diberikan adalah pendidikan mengenai cara merawat dan menolong diri.
d.  Kategori D: Untuk anak Tunadaksa, adapun pendidikan khusus yang diberikan yaitu melalui fisioterapi untuk melatih saraf tubuh yang mungkin masih dapat berfungsi.
e.  Kategori Kategori Autis: Untuk anak Autis, adapun pendidikan khusus yang diberikan yaitu melalui pemberian pelajaran melalui kontak mata.
Dalam pemberian pelajaran khusus bagi anak berkebutuhan khusus, diperlukan beberapa ruang khusus. Namun, sekolah luar biasa yang ada di kota Probolinggo masih belum memiliki ruang khusus tersebut seperti ruang fisioterapi dan ruang untuk melatih merawat dan menolong diri. Untuk ruang khusus bagi anak tunarungu atau ruang kedap suara, saat ini hanya dimiliki oleh tingkat Sekolah Dasar (SDLB) saja.
Selain ruang khusus, terdapat pula beberapa fasilitas yang kurang lengkap salah satunya fasilitas perpustakaan. Saat ini, buku bacaan Braille yang ada di perpustakaan sekolah luar biasa masih sedikit sehingga para pendidik harus membuat sendiri cerita tersebut dengan menggunakan mesin ketik Braille. Alat berhitung bagi tunanetra pun masih terbatas, sekolah luar biasa yang ada di Kota Probolinggo belum memiliki alat hitung berupa blokies. Umumnya, anak berkebutuhan khusus yang mengalami tunanetra di Probolinggo menghitung menggunakan sempoa.  Menurut hasil wawancara terhadap seorang wali murid di Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TKLB), saat ini fasilitas perpustakaan berupa alat permainan yang memicu saraf motorik anak masih sangat kurang.

Saat itu, saya hanya mendapatkan informasi melalui wawancara dan bukan melalui observasi. Saya belum sempat melihat secara langsung bagaimana keadaan SLB di kota saya karena saat itu adalah waktu libur. Beberapa hari kemudian, ternyata karya saya lolos final dan saya harus mempresentasikan karya saya. Hal inilah yang memaksa saya untuk berkunjung ke SLB meskipun hanya satu jam. Satu jam berada di SLB adalah waktu yang sangat mengubah sebagian hidup saya. Saat itu, itu adalah kali pertama saya benar-benar tahu dimana SLB berada dan pertama kalinya saya melangkahkan kaki di SLB. Rasanya, saya sungguh tersinggung. Adik-adik yang berada di SDLB serta TKLB tersebut mempunyai semangat yang tinggi untuk memperoleh pendidikan. Mereka tetap bersekolah seperti anak pada umumnya meskipun mereka memiliki keterbatasan. Mereka tetap berprestasi meskipun mereka memiliki keterbatasan. Saya sungguh malu, terkadang, saya yang memiliki tubuh serta pikiran yang normal sering menghabiskan hari-hari dengan tidak penuh semangat.
Selain itu, saya juga bisa melihat secara langsung bagaimana kondisi pendidikan di SLB tersebut. Masih ada beberapa kekurangan dan apabila kekurangan tersebut dibiarkan tentunya akan mempengaruhi kualitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Namun, berbagai kekurangan tersebut tidak pernah membuat para guru di SDLB dan TKLB tersebut patah semangat untuk mengajar para anak berkebutuhan khusus. Para guru tersebut selalu berupaya untuk menutupi kekurangan tersebut, bahkan terdapat seorang guru yang rela membuat sebuah buku cerita Braille dengan tangannya sendiri tanpa menggunakan bantuan mesin karena tidak adanya sarana tersebut. Hal inilah, yang membuat semangat saya semakin bertambah. Pikiran saya bukan menang atau kalah melainkan saya ingin menyampaikan salah satu permasalah yang sering dianggap remeh, termasuk oleh pemerintah yaitu pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Saya berupaya untuk mempresentasikan karya saya dengan baik. Sekali lagi, saya tidak peduli dengan menang atau kalah. Saya hanya ingin pemerintah melakukan beberapa peningkatan terhadap pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus karena siapa lagi yang akan memperhatikan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus kalau bukan pemerintahnya sendiri. Akhirnya, saya bersyukur kepada Tuhan sebab karya saya ini bisa menjadi juara 1. Namun, saya tidak peduli dengan predikat juara 1 tersebut! Saya merasa senang karena bisa membantu adik-adik serta teman-teman saya yang berada di SLB. Sekolah saya dan SLB itu sama, sama-sama sekolah sehingga SLB juga berhak memperoleh beberapa fasilitas dalam peningkatan pendidikan. Semenjak saat itulah, saya mulai memasukkan anak berkebutuhan khusus dalam kehidupan saya salah satunya mengubah pola piker teman-teman sebaya saya mengenai anak berkubutuhan khusus dan dunia pendidikan. Saya juga berharap bahwa saya terus memperhatikan kehidupan anak berkebutuhan khusus dan tidak memperhatikan mereka apabila ada maunya saja.

Ingat!!! Anak berkebutuhan khusus juga warga negara Indonesia dan juga berhak memperoleh pendidikan!!! Mereka juga manusia!!! Mereka adalah temanmu juga!!! Jangan singkirkan mereka dalam kehidupanmu!!! :)

No comments: