Permasalahan mengenai pendidikan
mungkin sudah menjadi yang umum dan membosankan bagi semua orang karena setiap
hari selalu saja ada berita mengenai permasalahan pendidikan. Dalam postingan
ini, saya juga akan membahas permasalahan pendidikan namun pendidikan bagi kaum
disabilitas. Mungkin, banyak orang yang tidak mengerti apa yang dimaksud dengan
‘kaum disabilitas’. Disabilitas adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk
orang dengan kondisi keterbatasan fisik ataupun mental. Umumnya, kita
mengenalnya dengan sebutan orang berkebutuhan khusus. Kembali lagi ke tema
postingan ini, saya merasa bahwa perlu membahas mengenai pendidikan bagi kaum
disabilitas karena seringkali kita, para manusia normal, menghilangkan para
kaum disabilitas dari kehidupan kita terutama dalam dunia pendidikan. Sekarang,
saya ingin menanyakan suatu pertanyaan yang cukup anda jawab dalam hati dan
anda renungkan. “Tahukah anda dimana letak sekolah luar biasa di kota anda?” “Pernakah
anda sesekali mengunjungi sahabat-sahabat kita yang berada di sekolah luar
biasa?” “Percayakah anda bahwa mereka yang memiliki keterbatasan masih
mempunyai semangat untuk belajar dan berprestasi sedangkan kita yang memiliki
badan normal justru seringkali malas dan hanya ingin bersantai terus?” Baiklah,
saya akan langsung membahas mengenai pendidikan bagi kaum disabilitas.
Pendidikan adalah salah satu
usaha dari berbagai usaha yang dilakukan oleh bermilyar orang untuk mencapai
suatu hidup yang berkualitas. Banyak orang tua yang berkata pada anaknya “Belajar
yang rajin ya nak biar pintar dan hidup sukses”. Kemudian, pernakah kita
melihat ada orang tua yang berkata pada anaknya yang mengalami keterbatasan
(kaum disabilitas) “Belajar yang rajin ya nak biar pintar dan hidup sukses”?
Mungkin, sebagian kita berkata bahwa hal itu tidak pernah terjadi karena itu
adalah hal yang mustahil jika orang yang memiliki keterbatasan bisa berprestasi
seperti orang normal. Jika anda termasuk golongan tersebut, saya harap pola
anda dapat berubah seusai membaca postingan ini.
Masa depan suatu bangsa,
termasuk negara Indonesia, berada di tangan generasi mudanya. Banyak orang
berpikir bahwa hanya orang normal saja yang dapat menjadi pemimpin di
Indonesia. Hal ini salah, kaum disabilitas yang memiliki beberapa keterbatasan
juga dapat menjadi pemimpin di Indonesia. Kaum disabilitas memang mempunyai
beberapa keterbatasan, namun bagaimanapun mereka juga salah satu generasi muda
Indonesia. Mereka juga termasuk warga negara Indonesia dan berhak memperoleh
haknya sebagai warga negara Indonesia termasuk hak mengenai pendidikan.
Di Indonesia, pendidikan merupakan hak setiap masyarakat dan telah
diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1. Dalam pasal tersebut
dijelaskan bahwa “Tiap-tiap warga negara
berhak mendapat pengajaran”. Berdasarkan undang-undang
tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan tidak hanya ditunjukkan bagi anak-anak
yang memiliki kelengkapan fisik, tetapi juga kepada anak yang memiliki
kebutuhan khusus. Selain itu, dalam Undang-Undang No. 20
Tahun 2003 juga diatur bahwa warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional,
mental, intelektual, dan sosial pun berhak memperoleh pendidikan khusus.
Faktanya,
saat ini, masih saja terdapat beberapa permasalahan dalam pendidikan bagi anak
berkebutuhan khusus. Pemerintah sudah mengatur bahwa di setiap kota minimal
harus ada satu TKLB, SDLB, SMPLB, dan SMALB. Di sisi lain, saat ini masih ada
beberapa kota yang belum memiliki sekolah bagi anak berkebutuhan khusus padahal
di setiap kota pasti terdapat beberapa anak yang memiliki keterbatasan.
Meskipun jumlah anak yang memiliki keterbatasan di suatu kota sangat sedikit,
mereka termasuk masa depan bangsa Indonesia dan kita harus memperhatikan
pendidikannya.
Pendidikan
tidak mengenal kata ‘diskriminasi’. Siapapun kita hari ini, entah seorang
pegawai negeri, guru, pengusaha, pelajar, dan lain-lain, kita harus
memperhatikan dan memulai suatu perubahan dalam dunia pendidikan bagi anak
berkebutuhan khusus atau kaum disabilitas. Ingat, anak berkebutuhan khusus yang
ada di Indonesia juga ciptaan Tuhan. Ingat, mereka termasuk warga negara
Indonesia dan memiliki hak yang sama termasuk hak memperoleh pendidikan. Ingat,
jangan pernah meremehkan para kaum disabilitas karena Tuhan sendiri tidak
pernah meremehkan mereka. Ingat, suatu saat sangat mungkin bahwa mereka akan
menjadi calon pemimpin yang membawa Indonesia pada suatu kemajuan. Ingat,
pikiran manusia lebih rendah daripada pemikiran Tuhan. Ingat, mulai sekarang
kita harus mengubah pola pikir kita mengenai kaum disabilitas dan bangkit untuk
menjadi salah satu inisiator dalam pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di
daerah kita. Siapa lagi yang akan memperhatikan pendidikan bagi anak berkubutuhan khusus kalau bukan kita, para manusia yang diberikan Tuhan badan serta pikiran yang normal!
Bangkit dan tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia bisa!!! Kaum disabilitas Indonesia juga bisa!!! Buatlah sebuah perubahan bagi sahabat kita, kaum disabilitas!!!
l
No comments:
Post a Comment