Saat ini, jumlah penderita HIV-AIDS usia
remaja tahun 2012 adalah sekitar 1,706 jiwa. Terdapat berbagai
faktor yang menyebabkan permasalahan ini, salah satunya adalah mengenai
kurangnya pendidikan bagi remaja tentang HIV-AIDS.
Pendidikan mengenai HIV-AIDS dapat
diberikan melalui beberapa metode, salah satunya adalah sosialisasi. Pemerintah
atau dinas terkait telah memberikan sosialisasi mengenai HIV-AIDS di beberapa
sekolah yang ada pada wilayah tersebut. Di sisi lain, metode ini dirasa tidak
efektif oleh para remaja.
Sosialisasi identik dengan suatu acara
yang bersifat formal sehingga remaja dapat dengan cepat merasa bosan sehingga
tidak memperhatikan materi yang diberikan. Berdasarkan permasalahan tersebut,
maka pada karya tulis ini terdapat gagasan mengenai modifikasi permainan ular
tangga sebagai media pendidikan HIV-AIDS. Pola permainan ular tangga “Teens
HIV-AIDS Education” ini sama dengan pola permainan ular tangga pada umumnya.
Hal yang berbeda hanya dalam informasi atau nilai pendidikan yang diberikan.
Saat ini, banyak tenaga pendidik yang
memanfaatkan ular tangga dalam proses pembelajara. Berdasarkan data hasil
observasi yang telah dilakukan, permainan ular tangga THE berpengaruh terhadap
tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh remaja. Hal ini dapat dilihat dari hasil
perbandingan antara pre-tes dan past-tes yang diakukan oleh penulis. Dalam
mempermudah proses analisis, maka penulis menjadikan beberapa murid Sekolah
Menengah Atas di Probolinggo sebagai peserta. Sebelum pre-tes, rata-rata
tingkat pengetahuan remaja adalah sekitar 55%. Setelah itu, peserta akan
diberikan permainan ular tangga yang dapat dimainkan dengan teman dekat atau
akrabnya. Kemudian, peserta diberikan sebuah past-tes dan berdasarkan hasil
past-tes tersebut didapatkan bahwa tingkat pengetahuan para peserta naik
sekitar 20%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga
“Teens HIV-AIDS Education” berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan remaja
mengenai masalah HIV-AIDS. Hal ini merupakan hal yang diharapkan oleh penulis
sehingga remaja dapat terhindarkan dari tindakan yang menyebabkan HIV-AIDS.
No comments:
Post a Comment