Dicari-cari ...

Tuesday, December 18, 2012

Permainan Ular Tangga Berbasis HIV/AIDS


Remaja merupakan generasi penerus bangsa serta penentu nasib bangsa di masa mendatang.  Kualitas remaja yang rendah dapat berakibat pada kehancuran bangsa.  Apabila saat ini banyak remaja yang rusak dan tidak berkualitas maka akan berdampak pada masa mendatang.  Oleh karena itu, diharapkan orangtua, pendidik dan para remaja dapat mempertahankan kualitasnya (Lestari, 2007).
Pada masa remaja terjadi masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Selain itu, Hurlock (1992) juga memberikan pendapat bahwa pada masa ini, remaja ingin diperlakukan dan dihargai sebagai orang dewasa. Dalam masa ini, remaja ingin mengetahui peranan dan kedudukannya dalam lingkungan, di samping ingin tahu mengenai dirinya sendiri. 
Salah satu bentuk pencarian identitas remaja terkait masalah kesehatan adalah perilaku seks bebas. Pada masa ini, remaja cenderung belum mengetahui dampak dari hubungan seksual yang bebas.  Freud (2002) menyebutkan salah satu dampak dari pergaulan seks bebas adalah penyakit seksual menular seperti Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).
HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Umumnya, HIV menular melalui gaya hidup yang bebas, salah satunya melalui hubungan seksual. HIV dapat menyebabkan beberapa dampak yang berbahaya bagi kesehatan penderita, salah satunya dapat menyebabkan kematian apabila sistem imunitas penderita tidak dapat bertahan melawan suatu jenis penyakit. Di samping itu, saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penderita HIV secara total.
HIV belum ada obatnya serta dapat menimbulkan kematian, namun jumlah penderita HIV di Indonesia semakin meningkat. Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah penderita HIV di Indonesia untuk tahun 2012 adalah 9,883 jiwa. Dari seluruh jumlah penderita HIV di Indonesia, 15% atau 1,706 jiwa diantaranya adalah remaja berusia 15-29 tahun.
Menurut Lawrence Green (1993), masalah ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat khususnya remaja tentang HIV/AIDS. Kurangnya pengetahuan ini mengakibatkan penularan dan pencegahan penyakit tersebut tidak dapat diketahui. Selain itu, saat ini masih terdapat beberapa pendapat bahwa informasi mengenai HIV-AIDS masih belum layak untuk disampaikan kepada kalangan remaja.
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka upaya pencegahan penyebaran HIV-AIDS dapat dilakukan melalui peningkatan pendidikan mengenai HIV-AIDS. Oleh karena itu penulis mengambil judul Permainan Ular tangga berbasis Teens HIV-AIDS Education (THE): Pencegahan Masalah HIV-AIDS pada Remaja” dalam “Airlangga Medical Scientific Week” tahun 2012 yang diadakan oleh Universitas Airlangga Fakultas Kedokteran. Permainan “Ular Tangga berbasis Teens HIV-AIDS Education (THE)” merupakan inovasi dari permainan ular tangga yang digabungkan dengan beberapa pengetahuan umum mengenai HIV-AIDS yang perlu diketahui oleh kalangan remaja. Pemilihan metode sosialisasi melalui media permainan dilakukan karena saat ini siswa cenderung lebih tertarik terhadap metode pembelajaran “Game Education” atau belajar sambil bermain.

No comments: